Home / berita umum / Demi Bisa Selfie Caleg PDIP Nekad Interupsi Kala Jokowi Pidato

Demi Bisa Selfie Caleg PDIP Nekad Interupsi Kala Jokowi Pidato

Demi Bisa Selfie Caleg PDIP Nekad Interupsi Kala Jokowi Pidato – Walau sampai kini Presiden Joko Widodo (Jokowi) diketahui menjadi profil publik yang gampang untuk dibawa photo bersama dengan (selfie) jika tengah ada di ruang umum, toh tidak kebanyakan orang miliki peluang serta peristiwa untuk mewujudkannya. Ditambah lagi jika tengah ada dalam suatu komunitas sah, butuh strategi serta nyali tambahan untuk dapat wujudkan hal tersebut dengan semua risikonya.

Joko Trio Suroso (Jokotri) mainkan satu strategi cerdas untuk dapat berselfie dengan Jokowi pada Sabtu siang (10/11/2018). Hari itu Jokowi menjadi capres petahana memberi pembekalan dalam acara koalisi pemenangan di Jawa Barat. Acara diihadiri beberapa ribu kader tersebut beberapa pejabat partai politik penunjang pasangan Jokowi – KH Ma’ruf Amin, termasuk juga Ketua Team Kampanye Nasional Erick Thohir serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Jika ikuti protokoler, tidak mungkin saya dapat photo bersama dengan bareng Pak Jokowi. Hadirin ada beberapa ribu orang, banyak juga pejabat partai politik dari pusat. Jujur saja sebelumnya nyali saya ngeper,” kata Jokotri pada detik.com, Minggu (11/11).

Tetapi selama acara, hati serta pikiran pemilik kedai Koffie Tijd itu selalu tergelitik untuk dapat berselfie ria dengan Jokowi. Ia sudah sempat minta tolong ke elit pengurus PDIP tingkat Jawa Barat serta seseorang anggota Paspampres supaya bisa dikasih ruangan untuk dekat dengan Jokowi, tetapi semua menggeleng.

Saat harapan hampir tergerus nyali yang semakin menciut, entahlah bagaimana tidak diduga Jokotri lakukan tindakan nekad. Ia mengacungkan jari seakan ingin ajukan pertanyaan terpenting sekejap sebelum Jokowi akhiri pembekalan serta turun dari panggung. Seluruh kader di sekitarnya memandang bingung, terpenting tentunya pengurus elit partai politik. Interupsi yang dikerjakan Jokotri jelas melanggar protokoler karena di acara itu tidak ada session bertanya jawab. Tetapi ia tidak perduli.

“Bapak Presiden.. Bapak Presiden.. bisa menanyakan satu pertanyaan saja. Bisa Pak?,” kata Jokotri.

Situasi tegang dikit berkurang saat Jokowi mempersilahkannya sekalian tersenyum. Joko yang kenakan baju merah serta kopiah hitam itu lalu mengenalkan diri menjadi kader PDIP. “Pertanyaan saya sederhana saja, sebab yang lainnya barusan telah berfoto bisa kah saya ikut berfoto dengan bapak?,” katanya diterima riuh tawa hadirin.

“Ya, tetapi satu orang saja agar tidak meminta photo semua,” balas Jokowi.

1/2 lari Jokotri ke arah tribune sekalian mempersiapkan telephone genggamnya. Lantas, ‘cekrek, cekrek…”

Selesai acara, diakuinya mendapatkan terguran dari pengurus partai. “Saya terima itu menyalahi protokoler, tetapi bagaimana kembali saya ngebet pisan,” tutur Jokotri.

About admin