Home / berita umum / Dewan Wartawan Akan Berikan Penemuan Serta Rekomendasi Minggu Ke Depan

Dewan Wartawan Akan Berikan Penemuan Serta Rekomendasi Minggu Ke Depan

Dewan Wartawan Akan Berikan Penemuan Serta Rekomendasi Minggu Ke Depan – Dewan Wartawan sudah memberikan tanda tabloid ‘Indonesia Barokah’ bukan produk wartawan. Akan tetapi kepolisian belumlah berjalan menyelidik peredarannya yang misterius.

“Minggu kedepan Dewan Wartawan akan berikan penemuan serta rekomendasinya. Jadi Polri menanti referensi dari Dewan Wartawan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, saat dihubungi, Minggu (27/1/2019).

Berdasar pada perbincangan dengan Dewan Wartawan, Dedi menuturkan alamat redaksi yang tertera dalam tabloid ‘Indonesia Barokah’ palsu serta nama pemimpin redaksinya tidak ada dalam rincian wartawan yang lulus UKW (uji kompetensi wartawan).

Rangkuman ke arah jika tabloid itu bukan produk wartawan. Sekarang ini masih dalam step analisis content juga. Yang pasti alamat redaksinya palsu, pemimpin redaksinya tidak ada pada rincian wartawan yang mempunyai Uji Kompetensi Wartawan, tidak mempunyai tubuh hukum,” tutur Dedi.

Ketua Komisi Riset Pendataan serta Ratifikasi Perusahaan Wartawan Dewan Wartawan, Ratna Komala, menjelaskan, dari investigasi pertama yang dikerjakan, Dewan Wartawan telah mencari alamat redaksi serta kontak tabloid ‘Indonesia Barokah’. Hasil sesaat, tidak diketemukan kantor redaksi serta orang yang bisa dihubungi sebagai penanggung jawab tabloid itu.

Lalu Ratna pun menjelaskan tulisan yang diberikan tabloid ‘Indonesia Barokah’ itu tidak lewat proses peliputan. Berarti, mereka cuma ambil dari mass media yang telah tersebar lantas membuat rangkuman dari berita itu. Tabloid itu pun dipandang mempunyai pendapat yang menghakimi.

Tabloid bertopik ‘Indonesia Barokah’ dengan framing berita yang dimaksud menyengaja menyerang capres Prabowo Subianto diketemukan di sejumlah lokasi di Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, serta Jawa Timur. Tabloid itu di kirim ke masjid-masjid dengan bungkus amplop cokelat.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Dewan Masjid Indonesia (DMI) memandang tabloid itu tidak patut disebarkan di masjid-masjid sebab mempunyai content yang berbentuk politik praktis. MUI minta takmir masjid menahan tabloid itu tersebar di masjid untuk hindari terjadinya friksi di penduduk.

Belumlah didapati siapa pihak yang membuat serta sebarkan tabloid itu.

About admin