Home / Uncategorized / Direktorat Bea Cukai Musnahkan 2,9 Juta Batang Rokok Ilegal

Direktorat Bea Cukai Musnahkan 2,9 Juta Batang Rokok Ilegal

Direktorat Bea Cukai Musnahkan 2,9 Juta Batang Rokok Ilegal – Direktorat Jenderal Bea serta Cukai Kantor Lokasi DJBC Jawa timur I KPPBC Type Madya Pabean Juanda memusnahkan barang terkena cukai (rokok) ilegal sejumlah 2, 9 juta batang. Hal tersebut hasil penindakan periode Juli 2016-Maret 2017.

” Nyaris tiga juta batang rokok ilegal yang kami hancurkan hari ini, ” papar Kakanwil DJBC Jawa timur I KPPBC Type Madya Pabean Juanda, Nur Rusydi, Senin (21/8/2017).

Dia menjelaskan, pengawasan di bagian cukai berbentuk operasi serta penindakan ini ditujukan untuk membuat iklim usaha yang aman dalam perdagangan produksi hasil tembakau. Jadi pengusahanya dapat taat pada ketetapan serta menggerakkan bisnisnya dengan sah. Demikian halnya demikian sebaliknya.

” Pihak-pihak yang lakukan aktivitas ilegal dalam usahanya diinginkan memberi detterent effecy (dampak kapok), hingga mendorong mereka untuk taat falma menggerakkan usahanya. Searah dengan motto kanwil DJBC Jawa timur I setop rokok ilegal, ” tutur dia.

Pihaknya menginginkan supaya aktor usaha di bagian cukai lebih menaati ketentuan serta ketetapan dalam produksi ataupun peredaran rokok. Ke depan diinginkan tak ada sekali lagi pelanggaran yang dikerjakan entrepreneur pabrik rokok, baik dalam produksi, perizinan, ataupun peredaran rokok ilegal.

” Karna bila entrepreneur pabrik taat pada ketetapan, jadi semuanya masalah juga akan gampang serta lancar, ” tutur dia.

Dia menyebutkan, rokok ilegal itu adalah barang punya negara karena tidak mematuhi ketetapan cukai. Diantaranya tidak dilekati pita cukai, pita cukai sisa, serta pita cukai bukanlah peruntukannya. Seperti pasal 66 ayat (1) Undang-Undang No. 11 th. 1995 serta dirubah dengan UU no. 39 th. 2007.

” Perkiraan nilai barang menjangkau Rp 1, 7 miliar. Sedang perkiraan potensi kerugian negara yang kami selamatkan bila hal tersebut mengedar menjangkau Rp 1, 2 miliar, ” tutur dia.

About admin