Home / Uncategorized / Edarkan Sabu Dan Pil Hexymer, 8 Buruh Pabrik Ditangkap Polisi

Edarkan Sabu Dan Pil Hexymer, 8 Buruh Pabrik Ditangkap Polisi

Edarkan Sabu Dan Pil Hexymer, 8 Buruh Pabrik Ditangkap Polisi – Delapan buruh pabrik di tangkap karna mengedarkan sabu serta pil hexymer di kelompok buruh pabrik. Polisi menangkap banyak aktor di dua tempat berlainan di Kecamatan Telukjambe Timur serta Kecamatan Rengasdengklok. Dari tangan tersangka polisi mengamankan tanda bukti 20, 6 gr sabu serta 730 butir pil hexymer.

Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan mengemukakan penangkapan pada 8 orang tersangka yakni D, DW, H, AS, Y, IP, SA, serta T, sesudah ditunaikan operasi yang ditunaikan 17 Januari sampai 25 Januari, kemarin.

Semua tersangka adalah buruh pabrik di satu diantara perusahaan di Karawang. Waktu di tangkap di dua tempat berlainan itu banyak tersangka tdk memberi perlawanan serta digiring ke Mapolres.

” Kami telah lama mengincar mereka karna mereka jual sabu pada buruh pabrik serta untuk pil hexymer dijual di kelompok pelajar. ” kata Hendy, waktu jumpa pers, Jumat (26/1/2018) .

Menurut Hendy berdasar pada pernyataan tersangka mereka jual sabu dengan harga Rp1, 8 juta perkilogramnya. Lalu sabu tersebut di jual pada rekan-temanya sesama buruh pabrik yang mejadi rekan dekatnya.

Sedangkan pil hexymer mereka jual dikalangan pelajar dengan harga Rp10 ribu per 4 butirnya. ” Mereka miliki peranan semasing mulai dari beli sampai jual berdasar pada kedekatan dengan rekan-temannya, ” sebutnya.

Hendy menerangkan berdasar pada pernyataan tersangka barang haram itu dibeli di Jakarta dengan system sel terputus. Tersangka beli sabu lewat cara menghubungi bandar lewat handphone.

Lalu bandar juga akan memberikan tempat sabu yang dapat di ambil. Pembayaran ditunaikan lewat cara mentrasnfer beberapa uang ke bandar. ” Bandar juga akan memberi kode spesial pada tersangka di mana tempat sabu itu dapat di ambil sesudah uang di transfer, ” tuturnya.

Menurut Hendy sejumlah tujuh tersangka yaitu D, DW, H, AS, Y, IP, SA juga akan dijerat Pasal 112 Jo 127 jo 144 Undang-Undang Nomor 35 Th. 2009 dengan ancaman lima th. serta optimal seumur hidup atau hukuman mati. Sesaat untuk satu tersangka inisial T, juga akan kita jerat Pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Th. 2009 dengan ancaman 10 th. penjara. nilakusuma

About admin