Home / berita umum / Immanuel Mengadakan Misa Natal Dengan Bahasa Belanda Bentuk Pelestarian

Immanuel Mengadakan Misa Natal Dengan Bahasa Belanda Bentuk Pelestarian

Immanuel Mengadakan Misa Natal Dengan Bahasa Belanda Bentuk Pelestarian – Gereja Protestan Indonesia dibagian Barat (GPIB) Immanuel mengadakan misa Natal memakai Bahasa Indonesia serta Bahasa Inggris. Tidak hanya dua bahasa itu, Gereja ini mengadakan misa memakai Bahasa Belanda.

Sesudah misa Natal berbahasa Indonesia, Selasa (25/12/2018) ini, jam 08.00 WIB berjalan khidmat, misa berbahasa Belanda diselenggarakan jam 10.00 WIB.

Ada 33 orang yang hadir misa berbahasa Belanda ini. Diantara mereka ada wajah-wajah Eropa tidak hanya wajah-wajah Indonesia. Pemakaian Bahasa Belanda dipertahankan sebab adalah sisi dari kebiasaan pendirian Gereja ini.

“Sebab cikal bakalnya ikut ya, Gereja ini kan telah berdiri 179 tahun, jadi kami tidak menghilangkan beribadah dalam Bahasa Belanda,” kata pendeta Michiko Saren sebagai Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Jakarta, Selasa (25/12/2018).

Gereja ini tuntas dibuat pada 24 Agustus 1839, atau lebih dari 1,5 era yang lalu. Tidak hanya pemakaian Bahasa Belanda untuk mengawasi kebiasaan, Bahasa Inggis ikut dipakai dalam misa di sini.

Kami mengakomodir bahasa Belanda yang telah demikian lama berjalan, tapi bahasa Inggris ikut jadi salah satunya arah, tujuan ikut untuk ekspatriat untuk ada meskipun tidak dapat disangkal orang Indonesia yang sangat banyak,” papar Michiko.

Misa Natal di Gereja Immanuel di hari ini dibagi dalam tiga agenda. Misa pagi jam 08.00 WIB memakai Bahasa Indonesia, misa jam 10.00 WIB memakai Bahasa Belanda, serta misa jam 17.00 WIB menggunakaan bahasa Inggris. Pemakaian bahasa asing mempunyai tujuan untuk mengakomodir masyarakat negara asing yang akan ikuti misa.

Di sini, nuansa Indonesia ikut didatangkan. Pohon Natal dari material bambu dibalut kain-kain Nusantara dipajang di muka. Kertas-kertas berisi pengharapan ditempel di kertas berupa jantung hati, bermacam warna.

About admin