Home / Uncategorized / Lokasi Pabrik Kayu Jauh Dari Tempat Tinggal Warga

Lokasi Pabrik Kayu Jauh Dari Tempat Tinggal Warga

Lokasi Pabrik Kayu Jauh Dari Tempat Tinggal Warga – Pabrik pemrosesan kayu ilegal di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) dibongkar. Yang memiliki pabrik serta pekerja diamankan bersama tanda bukti 15 kubik kayu hasil olahan.

Dari info yang di terima, lokasi pabrik di ketahui jauh dari tempat tinggal warga di Desa Kepayang, Bayung Lincir, Musi Banyuasin. Lokasi pabrik cukup tersembunyi untuk hindari sorotan petugas.

” Waktu dikerjakan penggerebekan, ada dua orang tengah membuat kayu tanpa ada izin. Satu salah satunya itu adalah yang memiliki pabrik pemrosesan kayu berinisial DD, ” kata Kepala Seksi III Balai Gakkum KLHK Lokasi Sumatera, Dodi Kurniawan waktu didapati di kantornya Jalan Punti Kayu, Palembang, Senin (9/4/2018).

Disebutkan Dodi, penggerebekan dikerjakan oleh tim gabungn KLHK serta Polisi Rimba, pada Minggu (8/4) sekitaran jam 15. 30 WIB. Kayu olahan ini disangka adalah hasil penebangan liar di lokasi rimba industri di Lalan, Musi Banyuasin.

” Kayu ini disangka kuat hasil penebangan liar di rimba industri Lalan. Bila pabrik telah operasi mulai sejak setahun paling akhir dengan membuat beragam type kayu hasil penjarahan warga, ” sambungnya.

Untuk kontrol selanjutnya, beberapa tanda bukti berbentuk 15 kubik kayu hasil olahan serta alat potong sudah diambil alih. Sedang yang memiliki pabrik berinisial DD serta NP sebagai pekerja sudah diamankan serta melakukan kontrol intensif.

Satu hari terlebih dulu, Balai Gakkum KLHK lokasi Sumatera serta Dishut Propinsi Lampung ikut mengamankan 12 aktor pembalakan liar. Mereka diamankan waktu mengangkut kayu hasil penebangan liar di lokasi rimba lindung Way Waya.

” Untuk yang di Lampung, 12 orang telah resmi diputuskan tersangka berdasar pada alat bukti komplit. Ada kayu, saksi serta alat-alat penebangan rimba serta ini terindikasi telah lama mereka lakukan di lokasi rimba lindung, ” tuturnya.

Mereka terancam Pasal 87 UU No 18 Th. 2013 tantang Mencegah serta Perusakan rimba dengan ancaman pidana maksimum 5 th. serta denda maksimum Rp 2, 5 miliar.

About admin