Home / internasional / Pengaman Saat Atraksi Zipline Terputus, Turis Kanada Terjatuh Hingga Tewas di Thailand

Pengaman Saat Atraksi Zipline Terputus, Turis Kanada Terjatuh Hingga Tewas di Thailand

Pengaman Saat Atraksi Zipline Terputus, Turis Kanada Terjatuh Hingga Tewas di Thailand – Seseorang turis asal Kanada meninggal sesudah terjatuh dari atraksi wisata zipline di Chiang Mai, Thailand. Turis berumur 25 tahun ini terjatuh dari ketinggian 50 mtr. sesudah pengaman yang terpasang kepadanya terputus.

Zipline adalah atraksi wisata yang serupa dengan flying fox. Perbedaannya, zipline lebih berlebihan dari flying fox sebab umumnya dikerjakan dari titik yang tinggi sekali dengan jalan luncur begitu panjang bahkan juga dapat lebih dari 1 km., hingga menyebabkan kecepatan tinggi.

Senin (15/4/2019), kepolisian ditempat menyebutkan pengaman yang terpasang pada badan turis Kanada ini terputus waktu ia coba atraksi zipline di distrik Mae On, pada Sabtu (13/4) kemarin.

Turis Kanada yang sejenis kelamin lelaki ini dikatakan meninggal saat itu juga di tempat, selesai jatuh dari ketinggian lebih dari 50 mtr.. Badan turis ini jatuh ke satu sungai kecil yang berada di jalan atraksi zipline ini. Kepala Kepolisian Forensik Chiang Mai, Tanandon Wittayawutthikul, mengidentifikasi turis ini menjadi Spencer Charles. Diadukan Bangkok Post jika Charles didapati pergi liburan ke Thailand bersama dengan kekasihnya, dalam rombongan wisatawan.

Operator atraksi zipline ini, Flight of the Gibbon, mengatakan jika pengaman yang terpasang pada turis itu terputus sekejap sesudah turis itu melaju dari titik awal peluncuran.

“Kami yakini (kejadian) ini dikarenakan oleh kelengahan dari pihak operator,” kata Wittayawutthikul dalam pengakuannya.

Dijelaskan kepolisian ditempat jika cuma tiga kabel yang terpasang pada badan turis itu. Ini tidak penuhi ketetapan keamanan yang mengharuskan minimal ada delapan kabel yang terpasang untuk mengamankan sang simpatisan.

Laporan-laporan awal menyebutkan polisi ditempat pun mencurigai jika kejadian ini dikarenakan oleh peralatan keamanan yang tidak dapat meredam berat tubuh si turis. Situs pihak operator zipline mengatakan jika simpatisan tidak bisa mempunyai berat tubuh lebih dari 125 kg.

Dalam info paling baru pada Minggu (15/4), Kepala Kepolisian Chiang Mai Mayor Jenderal Pichate Jiranantasin mengatakan belumlah ada tuduhan pidana yang dijeratkan. Penyidikan pada kejadian ini terus berjalan, sambil proses autopsi dikerjakan secara detail.

“Saya sudah memerintah mereka untuk percepat penyidikan,” kata Jiranantasin.

Laporan alat lokal menyebutkan operator zipline itu awal mulanya sempat didakwa atas kelengahan berkaitan kejadian terpisah. Otoritas ditempat sudah memerintah supaya pihak operator hentikan operasionalnya. Perwakilan Flight of the Gibbon, Kriangkrai Seeha-amphai, menjelaskan pada otoritas ditempat jika personil mereka tetap mengecek keamanan tiap-tiap pagi serta atraksi zipline itu sudah melalui kontrol tehnis pada Maret kemarin.

About admin