Home / kesehatan / Sebuah Patokan Keperawanan

Sebuah Patokan Keperawanan

Berbicara mengenai keperawanan tidak dapat dipisahkan dari yang namanya selaput dara. Masih banyak yang menilai apabila selaput dara robek itu berarti telah tak perawan lagi. Benarkah seperti itu?

FH (28) merasakan kegelisahan. Perempuan yang bekerja di daerah Sudirman ini bakalan secepatnya menikah serta kebingungan bagaimana apabila tidak ada darah ketika malam pertama. Berdasarkan pendapat FH, dia tidak pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya. Namun dia suka sekali olahraga berkuda serta sering bersepeda.

Ia memperoleh kabar apabila selaput dara dapat saja sobek saat melakukan kegiatan non seksual itu. Cuma saja, ia ragu apakah calon suaminya dapat menerima semua itu. Calon suami saya amatlah menuntut semua itu. Apalagi dia anak pengusaha yang terkebal di Jakarta. Tidak ada darah perawan bisa-bisa menjadi aib untuknya serta keluarganya,” kata FH dengan muka kusam.

Kasus FH amatlah mungkin terjadi pada orang lain. Saat keperawanan diukur dari sobeknya selaput dara serta darah pada malam pertama. Dr. Heru Oentoeng Sp. And yakni ahli seksualitas mengatakan apabila keperawanan tidak dapat diukur dari sobeknya selaput dara maupun darah malam pertama. Karena, selaput dara dapat sobek oleh banyak penyebabnya yang tidak ada hubugannya dengan berhubungan seksual. Contohnya saja, olahraga ekstrem serta benturan keras misalkan jatuh maupun kecelakaan.

About admin