Home / berita umum / Sindikat Narkoba di Lapas Indramayu yang Dikendalikan Napi Terbongkar

Sindikat Narkoba di Lapas Indramayu yang Dikendalikan Napi Terbongkar

Sindikat Narkoba di Lapas Indramayu yang Dikendalikan Napi Terbongkar – Polisi membuka sindikat narkoba lingkungan Lapas Klas II B Indramayu yang dikontrol seseorang tahanan berinisial AM (45). AM membuat team dengan sertakan beberapa orang, termasuk juga seseorang sipir berinisial CPT (52) serta istrinya S (42).

Usaha haram yang dikontrol dari balik jeruji besi itu bikin AM ‘mandi uang’. Rekening AM gemuk. Transaksinya sampai miliaran rupiah dalam kurun waktu setahun. Istri AM, S bekerja mengontrol keuangan hasil transaksi usaha haram yang dijalani suaminya.

Istri AM, S ditangkap selesai polisi mengamankan seseorang sipir Lapas Klas II Indramayu, CPT di Jalan Soekarno-Hatta Indramayu pada Sabtu (23/2/2019) di Jalan Soekarno-Hatta. Aktor S ditangkap di kediamannya di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu.

Dari tangan S, polisi mendapatkan buku tabungan yang catatan transaksinya capai Rp 1,7 miliar sepanjang satu tahun paling akhir. “Catatan transaksi sejumlah Rp 1,7 miliar itu seluruhnya hasil (usaha) narkoba. Itu catatan transaksi sepanjang 1 tahun paling akhir. Kita pun amankan telephone seluler,” kata Yoris dalam info, Selasa (26/2/2019).

Sebelum S ditangkap, polisi menangkap pria berinisial AN (46) yang dilibatkan dalam usaha haram, yang dikontrol tahanan AM. AN ditangkap di kediamannya di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu. Dari tangan AN, polisi mendapatkan 42 paket sabu-sabu yang udah dibungkus dengan plastik bening.

Sipir yang terdaftar jadi penduduk Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu ini bekerja menyelundupkan sabu-sabu ke Lapas Klas II Indramayu. Pada sebuah minggu, CPT menyelundupkan sabu-sabu sekitar kedua kalinya ke lapas.

Waktu ditangkap di Jalan Soekarno-Hatta Indramayu, polisi mengamankan uang sejumlah Rp 400 ribu serta sabu-sabu sekitar lima paket dari saku celana CPT. Dijelaskan Yoris, uang Rp 400 ribu punya CPT adalah gaji dari kerja hasil haramnya menyelundupkan sabu-sabu ke lapas.

Yoris mengakui polisi masihlah memahami distribusi sabu-sabu yang dikontrol dari balik jeruji besi itu. Waktu dicheck kepolisian, AM mengakui sabu-sabu yang diselundupkan ke lapas lewat sipir ditujukan untuk AM pribadi.

Apabila dalam 1 minggu sabu-sabu yang diselundupkan ke lapas itu beratnya 10 gr, jadi lanjut Yoris, dalam sebulan AM mesti menggunakan sabu-sabu sekitar 40 gr. “1 bulan dapat (gunakan sabu-sabu) 40 gr. Ini kemungkinan kecil, tidak ada orang yang bisa menggunakan barang sekitar itu sendirian. Atau menggunakan uang Rp 40 juta 1 bulan untuk mengkonsumsi pribadi?,” kata Yoris.

Yoris mengira AM jual sabu-sabu dalam Lapas Klas II B Indramayu serta di luar lapas. “Yang pasti ada yang di jual di luar atau dalam (lapas),” tukasnya.

About admin