Home / berita umum / Tim Prabowo Belajar Dari Kekalahan Pada Pemilihan Presiden 2014

Tim Prabowo Belajar Dari Kekalahan Pada Pemilihan Presiden 2014

Tim Prabowo Belajar Dari Kekalahan Pada Pemilihan Presiden 2014 – Pasangan capres-cawapres nomer urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berusaha ‘mencuri’ nada di Jawa Tengah. Daerah itu diketahui menjadi ‘kandang banteng’ alias basis kemampuan PDI Perjuangan, partai pengusung Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Direktur Materi Debat Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said menjelaskan langkah awal perpindahan markas akan dikerjakan mulai Januari 2019. Perpindahan ini karena BPN memandang kemenangan di Jateng akan berbuah hasil di tingkat nasional.

“Kemenangan di Jawa Tengah besar pengaruhnya dengan nasional,” kata Sudirman waktu resmikan Posko Sukarelawan Prabowo-Sandi di Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah,

Perpindahan ini dipandang pengamat politik dari Kampus Islam Negeri Syarief Hidayatullah, Adi Prayitno menjadi taktik yang pas. Menurut dia, tim Prabowo belajar dari kekalahan pada Pemilihan presiden 2014.

Waktu itu, Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Radjasa kalah mutlak di Jawa Tengah dengan mendapatkan 6.485.720 nada atau 33,35%. Jauh dibawah pencapaian Jokowi-Jusuf Kalla yang mendapatkan 12.959.540 nada atau 66,65% %.

“Waktu 2014 itu, kan, sebetulnya dimana saja cukuplah imbang. Cuma di Jateng saja Prabowo kalah mutlak. Jadi ini taktik yang cerdas menurut saya,” tutur Adi waktu dihubungi reporter Tirto, Senin (10/12/2018).

Dapat unggul di Jawa Tengah mungkin masih tetap termasuk tidak mungkin buat pasangan Prabowo-Sandi. Akan tetapi, kata Adi, menipiskan kekalahan di Jawa Tengah dipercaya akan begitu punya pengaruh di hasil pencapaian nada menyeluruh.

“Memperoleh nada di Jawa Tengah ialah kunci buat pasangan Prabowo-Sandi untuk menang. Ini taktik pertarungan hidup mati,” papar Adi.

Misi mengambil nada di kandang banteng dipercaya tidak segampang mengubah telapak tangan. Akan ada kendala yang perlu ditemui Prabowo-Sandi agar bisa meraihnya. Menurut Adi, kendala itu ialah memberikan keyakinan masyarakat Jateng yang sebagian besar simpatisan PDI P untuk pilih mereka.

“Untuk menerabas kendala itu, rumor yang dapat diusung ialah bagaimana meningkatkan derajat ekonomi di Jateng. Kan, kita ketahui, disana ada banyak masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan,” tutur Adi.

Pada bagian lain, Adi memandang taktik perpindahan markas ini akan cukuplah sukses walau tidaklah sampai mengungguli pasangan Jokowi-Ma’ruf. Solidaritas diantara partai pengusung Prabowo-Sandi dipercaya akan sama dengan waktu mengangkat Sudirman Said-Ida Fauziah pada Pilgub Jateng 2018.

Pilgub Jateng 2018 dimaksud Adi menjadi peringatan buat Jokowi serta PDI Perjuangan. Ganjar yang disebut petahana cuma memeroleh 10.362.694 nada atau seputar 58,78 %, sesaat Sudirman Said-Ida Fauziyah yang jadi lawan mendapatkan 7.267.993 nada atau 41,22 %.

“Walau sebenarnya, kan, semestinya Ganjar dapat menang mutlak karenanya lokasi kemampuan PDI P,” kata Adi.

Adi berpandangan figur Sudirman Said bisa menjadi kunci buat pasangan Prabowo-Sandi untuk sampai misi mempertipis jarak nada. walau capaian nada dari simpatisan Sudirman waktu pemilihan kepala daerah banyak terbantu simpatisan PKB, Adi menaksir tidak tertutup peluang pemilih Sudirman-Ida akan melimpahkan suaranya untuk Prabowo-Sandi.

“Saya lihat tim sukses Sudirman tempo hari benar-benar sangat kuat. Beberapa orang PKB di Jateng bisa jadi berlainan dari yang pusat. Saat ini, kan, musimnya kawin-silang, pasang dua kaki. Jejak Pemilihan kepala daerah Jateng 2018 masih tetap begitu membekas. Kan, baru beberapa waktu yang melalui,” kata Adi memberikan.

Tidak Punya pengaruh
Ketua Team Kampanye Daerah (TKD) Jawa Tengah Joko Widodo-Ma’ruf Amin Bambang Wuryanto menyikapi enjoy gagasan perpindahan kantor ini. Menurut Bambang, perpindahan markas tidak punya pengaruh berarti pada hasil pencapaian nada pada Pemilihan presiden 2019.

“Ini hari yang namanya tehnologi info serta transportasi sangatlah pendek, tiada markas juga kami dapat memenangi pertarungan,” kata Bambang di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin.

Lelaki yang menjabat Ketua DPD PDIP Jawa Tengah ini memandang wawasan perpindahan markas itu hanya ‘bahan berita’ serta sebab Jateng masih tetap dipandang daerah penting oleh BPN Prabowo-Sandiaga.

“Sebab Pak Jokowi inginkan kemenangan 80 % di Jateng. Lalu Pak Sandiaga serta Sudirman Said memandang itu terpenting,” kata Bambang.

“Apakah Pak Jokowi dapat raih 80 % di Jawa Tengah? Jika Bambang belumlah ada ilmunya. Jika Presiden ada ilmunya. Saya ilmunya dapat sampai 70 % bersama dengan kawan-kawan TKD Jawa Tengah,” sambungnya.

About admin