Home / berita umum / Ratusan Batang Pohon Berusia Lebih 100 Tahun di Riau Dibabat Habis

Ratusan Batang Pohon Berusia Lebih 100 Tahun di Riau Dibabat Habis

Ratusan Batang Pohon Berusia Lebih 100 Tahun di Riau Dibabat Habis – Rimba alam di Desa Mentulik, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar, Riau, dijarah besar-besaran. Beberapa ratus batang pohon berumur lebih 100 tahun dibabat habis.

Rimba alam itu adalah daerah rimba desa punya persukuan Datuk Rajo Menunggu. Warga tradisi sebutkan daerah rimba larangan. Dimaksud rimba larangan sebab kayu-kayu alam yg telah lebih 100 tahun usianya adalah pohon sialang jadi tempat singgahnya lebah madu. Model kayunya yg disinggahi lebah madu itu pohon model kuriang.

“Hampir 1 bulan ini perambahan daerah rimba alam punya warga tradisi senantiasa berjalan. Warga tidak dapat menghambat perambah sebab dibeking pelaku aparat,” kata satu diantaranya tokoh warga, Basrul (69), Rabu (21/11/2018).

Basrul memaparkan pihaknya benar-benar emosional menyaksikan pohon kuriang, sebagai singgahan lebah madu, dihancurkan oleh banyak perambah. Walaupun sebenarnya pohon kuriang, yg dimaksud model pohon sialang, sampai kini jadi tempat kehidupan warga.

“Sampai kini warga tradisi ambil madu dari lebah yg hinggap di pohon sialang. Saat ini banyak pohon sialang jadi ditebangi perambah,” kata Basrul.

Masih tetap menurut Basrul, pihaknya telah meredam beberapa puluh batang kayu yg dirambah. Kayu-kayu hasil jarahan liar mereka tahan buat jadikan tanda untuk bukti.

“Kita telah melarang tersedianya perambahan itu. Tetapi sekarang banyak perambah beralih tempat dari rimba larangan ke rimba yang lain yg masih tetap satu hamparan,” kata Basrul.

Penebangan pohon sialang udah mengintimidasi kehidupan warga ditempat yg mencari lebah. Walaupun sebenarnya pohon sialang itu tinggi batangnya dapat menggapai 40 mtr..

“Malah model kayu sialang berikut sebagai target mereka. Banyak pohon sialang punya penduduk desa yg sekarang dijarah,” kata Basrul.

Selama ini banyak perambah masih tetap membinasakan daerah rimba. Kayu-kayu hasil jarahan liar itu ditarik dari rimba melalui jalan suang-sungai kecil.

“Tiap-tiap hari sedikitnya ada 5 truk pengangkut kayu ilegal yg melintas dari depan kantor polsek ditempat,” kata Basrul.

“Kami mengharap, pemerintah selekasnya menyudahi tindakan pembalakan liar di kampung kami,” berharap Basrul.

About admin